MAKASSAR, BUKAMATA - Peran dan fungsi aparat kepolisian dipastikan meningkat. Sebab, Pilkada serentak 2020 bakal digelar di tengah pandemi Covid-19.
Selain fokus menjaga stabilitas keamanan selama tahapan berlangsung, kali ini aparat kepolisian punya tugas lain. Memastikan protokol kesehatan diterapkan di lapangan.
Hal tersebut menjadi kesimpulan dalam diskusi daring spesial HUT Bhayangkara ke-74 yang digelar Bukamatanews.id, Kamis (2/7/2020) malam.
Diskusi yang digelar via aplikasi Zoom itu mengangkat tema 'Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak di Sulsel'. Menghadirkan Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Ketua KPU Sulsel Faisal Amir dan Ketua Bawaslu Sulsel La Ode Arumahi.
Hadir pula Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, Direktur Nurani Strategic Nurmal Idrus, serta pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad.
Pada kesempatan itu, Ketua KPU Sulsel Faisal Amir menyampaikan harapan besar kepada aparat kepolisian. Demi membantu menciptakan Pilkada serentak yang aman dan damai di Sulsel.
"Saya ucapkan selamat Hari Bhayangkara yang ke-74. Besar harapan kami kedepannya agar sinergitas dengan aparat kepolisian terus terjaga. Sehingga tahapan-tahapan Pilkada serentak ini berjalan dengan lancar. Apalagi semuanya harus menerapkan protokol kesehatan. Tentu harus terus mendapatkan kontrol dan pengawasan," kata Faisal.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulsel La Ode Arumahi mengaku jajarannya terus bekerja secara maksimal. Apalagi katanya, ada beberapa daerah di Sulsel yang tingkat kerawanannya semakin tinggi di tengah pandemi Covid-19 ini.
"Di masa pandemi ini, dari 12 daerah yang menggelar Pilkada serentak, ada dua daerah yang tingkat kerawanannya tinggi. Yaitu Makassar dan Gowa," jelas Arumahi
"Tapi bagi kami di Bawaslu, semua daerah adalah rawan. Makanya kami harus terus siaga melakukan pengawasan. Dalam beberapa hari ke depan, Bawaslu mulai fokus melakukan bimtek (bimbingan teknis) sebagai penguatan kapasitas jajaran kami di lapangan," tambahnya.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad juga menilai bahwa peran aparat kepolisian sangat vital nantinya. Menggelar pilkada di tengah kondisi 'New Normal' merupakan tantangan tersendiri bagi institusi Polri.
"Yang paling penting memang adalah pengamanan di masa pandemi ini. Makanya, sebaiknya bukan hanya anggaran KPU dan Bawaslu yang perlu ditingkatkan. Tapi juga anggaran untuk pengamanan," tegas Firdaus.
Namun, ia mengaku percaya dengan jajaran kepolisian di Sulsel dalam mengawal pelaksanaan kontestasi pilkada. Sebab belakangan ini, sudah tak ditemukan lagi konflik-konflik skala besar yang dipicu oleh pilkada.
"Bisa dilihat dalam lima tahun terakhir. Biasanya ada beberapa daerah yang zona merah tapi justru berubah menjadi zona hijau saat jelang pemungutan suara dan pada saat hari H," demikian Firdaus.
BERITA TERKAIT
-
Pemilihan Ketua OSIS SMA dan SMK Serentak, KPU Sulsel Dorong Pendidikan Demokrasi
-
PDIP Bakal Rapatkan Putusan MK Terkait Pemisahan Pemilu Lokal dan Nasional, Golkar Masih Mengkaji
-
Bawaslu Kota Makassar Apresiasi Pemkot atas Dukungan dalam Pengawasan Pemilu dan Pilkada
-
Mahfud MD Dukung Usulan Prabowo Soal Kepala Daerah Dipilih DPRD
-
Dukung Perbaikan Sistem Pilkada, Prabowo: Gubernur Malaysia hingga India Dipilih DPRD