TAKALAR - Bupati Takalar, Syamsari Kitta menyetujui agar aktivitas tambang yang saat ini berlangsung di Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong untuk ditutup sementara.
Hal ini berdasarkan pada hasil keputusan bersama dalam rapat koordinasi penyelesaian polemik tambang 3C serta melihat reaksi dan kondisi masyrakat yang tinggal di areal sekitar tambang yang kembali melakukan aksi unjuk rasa, Senin (15/6/2020).
"Telah disepakati bersama agar aktivitas penambangan di lokasi tersebut ditutup hingga ada petunjuk dari dinas ESDM Provinsi Sulsel," kata Kadis PTSP, Irwan Yunus.
Seperti diketahui, saat ini Pemkab Takalar mengambil langkah-langkah penanganan masalah tambang di desa tersebut.
Pekan lalu, Pemkab Takalar bersama forkopimda, anggota DPRD, dan Pengelola tambang duduk bersama mencari pemecahan masalah tambang dengan melihat izin tambang dan izin pembuatan kolam ikan dari pihak pengelola.
Dari hasil rapat tersebut, untuk sementara aktivitas tambang ditutup sementara sembari menunggu hasil koordinasi terkait tambang tersebut ke pemerintah provinsi Sulsel.
Selama aktivitas tambang ditutup sementara, tim terpadu akan melaksanakan pengawasan, memonitor, memantau lokasi tersebut.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Daeng Manye Tegas ke ASN Takalar: Jangan Hanya Absen, Disiplin Jadi Kunci Pelayanan Publik
-
Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Takalar Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Ramah Anak
-
Panen Raya Tebu Bersama Presiden, Gubernur Sulsel Apresiasi Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan
-
Bupati Daeng Manye Resmikan MPLS Sekolah Rakyat, Pendidikan Disebut Investasi Putus Rantai Kemiskinan
-
Genjot Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi, Pemkab Takalar Satukan Komitmen Percepat Pengembangan Tujuh Destinasi Unggulan