PALOPO, BUKAMATA – Sabtu, 6 Juni 2020. Pagi itu, sekitar pukul 06.30 Wita. Sebuah pikap Grand Max DD 8541 EB melaju ke arah Kota Palopo. Lajunya kencang. Suara ban berdecit di antara guyuran hujan di bahu jalan.
Sambil terkantuk, Sumarno (25), menatap lurus ke depan. Sesekali menguap. Di sebelahnya, duduk rekannya, Nasir (40).
Di poros Mancani, Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua, tiba-tiba mobil oleng. Ban selip. Sumarno tak kuasa mengendalikan laju kendaraan. Mobil itu oleng ke kanan dan menabrak pohon.
"Brakkk!!" Benturan keras terjadi. Bawang dan kemiri muatan berhamburan. Sopir asal Sinoa, Kecamatan Bantaeng itu, tewas dalam perjalanan ke RSUD Sawerigadig Palopo. Lehernya patah. Ada luka serius di kepala dan dada.
Sedangkan Nasir, saat ini masih dirawat di RSUD Palopo, akibat luka serius karena benturan.
“Sopir kemungkinan tidak bisa menguasai laju kendaraannya karena jalan licin lantaran hujan, kemudian ban slip dan menabrak pohon di pinggir jalan,” papar Kasatlantas Polres Palopo, AKP Ramli.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Lakalantas di Selayar, Pelajar 16 Tahun Meninggal Dunia
-
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka-luka
-
Kabar Duka, Petugas BPBD Makassar Tewas Tertabrak Truk Tronton
-
Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen
-
Mobil Pick Up Bermuatan Telur di Bone Terbalik, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah