Redaksi
Redaksi

Jumat, 05 Juni 2020 10:12

Modifikasi dilakukan terhadap mobil dinas LPP Sungguminasa jadi ambulans.
Modifikasi dilakukan terhadap mobil dinas LPP Sungguminasa jadi ambulans.

Tanggap Covid-19, Lapas Perempuan Sungguminasa Sulap Mobdin Jadi Ambulans

Kesulitan mendapatkan ambulans, membuat Lapas Perempuan Sungguminasa berinovasi. Mobil dinasnya pun dimodifikasi menjadi sebuah ambulans.

SUNGGUMINASA, BUKAMATA - Sebuah mobil Innova hitam, dipreteli jok belakangnya dua kelas. Lalu sebuah ranjang dorong hitam ditaruh di situ. Innova hitam itu pun langsung berubah jadi ambulans.

Innova hitam itu adalah mobil dinas milik Lapas Perempuan Sungguminasa. Disulap jadi ambulans, sebagai bagian dari tanggap Covid-19, yang sudah 4 bulan jadi pandemi dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Kalapas Perempuan Sungguminasa, Eko Suprapti Rudhatiningsih mengatakan, Lapas Perempuan Sungguminasa sebagai salah satu unit pelaksana teknis Pemasyarakatan, juga merupakan ujung tombak pelaksanaan asas pengayoman. Menjadi tempat untuk melakukan pembinaan dan pengamanan warga binaan pemasyarakatan melalui program pendidikan, rehabilitasi dan reintegrasi. Karenanya, Lembaga Pemasyarakatan dituntut untuk selalu memberikan inovasi di bidang pelayanan demi menjamin terlaksananya tujuan dari pemasyarakatan. 

Menurut Eko, salah satu inovasi yang dilakukan adalah 'menyulap' mobil dinas menjadi mobil ambulance. Musibah yang sedang menimpa Lapas Perempuan Sungguminasa ini membuat pihaknya harus mengambil langkah untuk menangani kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan dihadapi.

Sulitnya pihak LPP Sungguminasa mendapatkan kendaraan angkut pasien membuat Kalapas Perempuan Sungguminasa memerintahkan jajarannya untuk memodifikasi mobil dinas menjadi ambulans.

"Ini mungkin hal yang cukup sulit untuk memodifikasi kendaraan dinas menjadi ambulans, akan tetapi demi keamanan dan kenyamanan warga binaan ketika mereka akan dirujuk ke rumah sakit, kita tidak punya pilihan lain," ujar Eko Suprapti Rudhatiningsih.

"Kendaraan dinas ini pun disulap apa adanya. Mungkin fasilitas kesehatan yang ada di dalamnya tidak selengkap ambulans pada umumnya. Yang jelas kami bisa memastikan warga binaan yang dirujuk ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit dalam keadaan aman dan status kesehatannya dapat segera pulih," tambah Eko.

Ide modifikasi ini muncul dari salah seorang pegawai LPP, Resqi Irwansyah. Ia menerangkan, ide ini lahir atas keprihatinannya terhadap kondisi yang ada, di tengah keterbatasan sarana yang dapat digunakan.

Ia mencari cara agar keterbatasan itu dapat teratasi dengan adanya inovasi.

"Saya berharap setelah 'disulapnya' mobil dinas ini menjadi ambulans, LPP tidak lagi kesulitan mencari mobil ambulans untuk digunakan merujuk Warga Binaan yang sakit," terang pegawai yang sehari-harinya bekerja di urusan umum LPP ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Lapas Perempuan Sungguminasa