"Kami Tentara Hutan, Habis Bunuh Tikus Padi" Detik-detik Pendeta Niko Pergoki KKB Tembak Mati Warga Sipil
Pendeta Niko Wagey, memergoki anggota KKB mengeksekusi warga sipil bernama Yunus Sani. KKB menganggap Yunus Sani adalah mata-mata TNI-Polri.
PAPUA, BUKAMATA - Jumat, 29 Mei 2020. Pendeta Niko Wagey, baru saja mengantar putrinya dari Enarotali. Saat kembali ke Kampung Mbegulo, di tengah perjalanan di Kampung Megataga, Distrik Wandai, rantai motornya putus.
Dia pun singgah memperbaiki. Setelah memperbaiki rantai motor tersebut, Pendeta Niko mendengar suara tembakan sebanyak delapan kali.
Ia memberanikan diri mendekati sumber suara tembakan tersebut.
Ketika menuju sumber suara, Pendeta Niko bertemu dengan tiga anggota KKB yang mengaku sebagai 'tentara hutan'.
Salah seorang tersebut menyampaikan kepada Pendeta Niko. "Tikus padi kami sudah bunuh di belakang," kata tentara hutan itu.
Kepada tiga anggota KKB itu, Pendeta Niko mengaku sebagai perwakilan gereja dan meminta izin mengurus jenazah yang belakangan diketahui warga sipil bernama Yunus Sani tersebut ke Distrik Sugapa.
Anggota KKB itu pun mengizinkan.
Mendengar jawaban itu, Pendeta Niko meminta izin untuk melintas menuju Kampung Alemba, Distrik Homeyo.
Pendeta Niko mengaku masih takut jika langsung menuju TKP.
Dia pun berangkat mengambil jenazah di Kampung Magataga pada keesokan harinya, 30 Mei 2020.
Saat menuju Kampung Magataga, Pendeta Niko bertemu kembali dengan sekelompok orang yang mengaku sebagai 'tentara hutan'.
Ia pun meminta izin membawa jenazah ke Distrik Sugapa.
Tapi, kelompok yang mengaku tentara hutan itu tak mengizinkannya.
Sempat terjadi adu argumen antara saksi dan 'tentara hutan'.
"Jenazah akan kami buang ke Kali Kemabu," ujar salah seorang di antara tentara hutan.
Namun setelah berdebat, pada akhirnya Pendeta Niko diizinkan untuk membawa jenazah Yunus Sani dengan dikawal oleh kelompok tersebut dari Kampung Magataga menuju seberang Kali Kemabu.
Tiba di Kali Kemabu, Pendeta Niko dibantu beberapa warga membawa jenazah ke Kampung Bilai, Distrik Homeyo.
Setelah itu, jenazah dibawa ke Kampung Mamba Distrik Sugapa.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Selasa (2/6/2020) memastikan, pasukan gabungan akan terus mengejar KKB yang berulah dan mengganggu ketenangan masyarakat.
"Saat ini personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Kriminal Bersenjata. Pasca penembakan situasi dalam keadaan aman dan kondusif," kata dia.
Penembakan tersebut merupakan yang kedua kali dalam dua minggu terakhir di Distrik Wandai, Intan Jaya.
Sebelumnya, dua tenaga medis ditembak KKB di Distrik Wandai pada Jumat (22/5/2020).
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, dua tenaga medis itu diadang KKB saat mengantar obat-obatan terkait penanganan Covid-19.
"Kedua tenaga medis tersebut ditembak pada saat hendak mengantar obat-obatan untuk menangani penyebaran Covid-19, dimana kedua tenaga medis tersebut tergabung dalam tim gugus tugas Covid 19 bidang kesehatan Kabupaten Intan Jaya," kata Kamal.
Sementara itu, bos KKB, Lekagak Telenggen dalam akun Facebook The TPNPB News mengatakan, Yunus Sani adalah mata-mata TNI-Polri. Mereka kata Lekagak, dibunuh oleh adik Sandi Kogeya, yang membalaskan dendam kakaknya yang tertembak karena posisinya diintai oleh Yunus Sani.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
