BUKAMATA - Covid-19 telah mendisrupsi berbagai sisi kehidupan manusia. Manusia sebagai mahluk sosial yang tabiat dan budayanya suka bertemu dan berkumpul sesama manusia, menjadi terbatasi akibat kebijakan lockdown. Pada waktu yang sama kehadiran teknologi digital dan robot dalam memudahkan manusia menjalankan pembatasan aktivitas dan jarak sosial, menjadi "hantu" tersendiri bagi dunia usaha dan pencari kerja.
Itu diulas dalam Zominari bertajuk "Adaptasi Budaya dan Ekonomi dalam Kehidupan New Norma Indonesia 31 Mei 2020", yang dipandu Achmad Nur Hidayat, founder Narasi Institute.
Dalam Zoominari itu terungkap, ada enam juta pengangguran timbul dengan meledaknya PHK dan banyaknya pekerja yang dirumahkan sebagai dampak covid-19. Dalam waktu yang sama teknologi digital dan robot mulai menjadi pilihan bagi perusahaan, dalam menjalankan bisinisnya mulai dari bisnis jasa dan manufacturing.
"Era robot sudah pasti terjadi dan tidak bisa dihindari, Covid-19 ini hanya mempercepat terjadinya," kata Rosan P Roeslani, Ketua Kadin Indonesia.
Lalu bagaimana dengan kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapinya? "Ini hal serius dan tidak ada pilihan lain kecuali meningkatkan daya saing SDM di samping upaya penciptaan lapangan kerja," lanjutnya.
Pada sisi lain, selain dampak ekonomi juga muncul dampak sosial budaya di tengah masyarakat. Bekerja di rumah atau WFH menjadi terpaksa dilakoni akibat adanya pembatasan jarak sosial (social distancing) suatu budaya kerja yang tidak biasa sebelumnya. Meskipun menimbulkan kontraproduktif bagi sebagian besar masyarakat antara keluar rumah berisiko terifeksi virus corona dan berhentinya kegiatan ekonomi akibat lockdown di rumah.
Penerapan lockdown ini menjadi simalakama bagi pemerintah dan terlihat ada kegagapan dalam kebijakanya. Kenyataanya saat ini, masyarakat belum bisa patuh seutuhnya atas kebijakan pembatasan ini. Apakah masyarakat Indonesia tidak bisa beradaptasi?
Pada sesi yang sama, Deddy Mizwar punya optimisme akan kesiapan orang Indonesia dalam menghadapi krisis dan perubahan ini.
"Pada dasarnya masyarakat Indonesia itu sangat mudah beradaptasi dengan perubahan, cuma satu kuncinya jangan ganggu kenyamanannya," kata aktor senior Indonesia itu.
"Kita punya budaya gotong royong untuk spirit kebersamaan, kita punya nilai-nilai budaya yang kaya sebagai sumber kreativitas yang ini tidak dimiliki bangsa lain," lanjutnya.
Fadhil Hasan yang juga sebagai co host pada acara Zoominari itu memberikan 3 catatan penting.
"Pertama, penyiapan tenaga kerja menghadapi migrasi teknologi konvensional menuju era robot. Kedua, KADIN harus bisa mendorong pemerintah untuk membuat skema yang efektif penanganan dampak Covid-19. Ketiga, manusia sebagai mahluk sosial pada tabiatnya memang suka bertemu dan berkumpul, namun kita tetap bisa bersabar menjalankan protokol kesehatan," jelas Fadhil Hasan.
BERITA TERKAIT
-
Tanda Resesi Global Muncul, Harga Minyak Turun, Suku Bunga Meningkat
-
Dunia Khawatir Cara AS Tangani Runtuhnya Silicon Valley Bank
-
Partai Gelora Soroti Pemberian Izin Orang Asing Tinggal 10 Tahun di IKN
-
MA Diharapkan Buat Pernyataan agar KPU Bisa Abaikan Putusan Penundaan Pemilu 2024
-
Liberalisasi Ekonomi Rentan Diterpa Krisis, Pemerintah Diminta Perkuat Kemandirian Bangsa