Redaksi : Minggu, 31 Mei 2020 14:07
Pendeta Frankline Ndifor

DOUALA, BUKAMATA - Di Kamerun, ada seorang pendeta bernama Frankline Ndifor. Voice of America mengabarkan, warga berbondong-bondong mendatangi Gereja Kingship International Ministries yang dia dirikan dalam beberapa minggu terakhir.

Itu karena dia mengklaim bisa menyembuhkan penyakit akibat Covid-19. Pria yang pernah jadi kandidat dalam pemilihan presiden 2018 itu, menyebut dirinya mampu mengalahkan wabah itu dengan hanya menumpangkan tangannya ke penderita.

Ndifor kemudian dipercaya sebagai “nabi” oleh pengikutnya.

Sabtu (16/5/2020), seorang dokter, Dr Gaelle Nnanga, dipanggil untuk mengobati Ndifor yang mulai mengalami kesulitan bernapas. Dilansir dari Daily Mail, Nnanga hanya sempat merawat Ndifor sekitar 10 menit, sebelum kemudian meninggal karena tertular Covid-19.

Pemerintah setempat terpaksa mendatangkan polisi untuk dapat mengambil jenasah Ndifor yang audah satu minggu dijaga pengikutnya. Para pengikut Ndifor meyakini bahwa “nabi”nya tengah berada dalam “pertemuan rohani” dengan Tuhan sehingga tak bisa dikuburkan.

Selama seminggu penuh para pengikutnya bernyanyi dan berdoa agar Ndifor bangkit lagi. Namun akhirnya dia dimakamkan di depan rumahnya.

Salah satu pengikut Ndifor yang bernama Rigobert Che, memberi kesaksian bahwa sang pendeta berdoa bagi dia dan orang yang diyakini terpapar Covid-19.

“Ini adalah pastor yang meletakkan tangan dan mengklaim dia bisa menyembuhkannya. Jadi, jika dia meninggal karena penyakit itu, bagaimana nasib penderita lainnya?” kata Che penuh kesedihan karena dia tidak tahu bagaimana nanti jika ada orang yang terkena virus dan harus berobat.

Sebelumnya pada 20 April, Ndifor dilaporkan membagikan masker dan juga menyumbang bantuan dan sabun bagi warga membutuhkan.

Ndifor berada di urutan tujuh dari sembilan kandidat presiden Kamerun pada pemilihan 2018. Dia mengumpulkan 23.687 suara.