Redaksi : Minggu, 24 Mei 2020 08:07
Dosen UIN Alauddin Makassar, Haidir Fitra Siagian, membacakan khutbah Id.

NSW, BUKAMATA - Warga Negara Indonesia (WNI) di Wollongong, New South Wales (NSW) Australia, salat Idulfitri di Musala Al-Hakeem Wollongong.

Cuma delapan orang. Dosen UIN Alauddin Makassar, Haidir Fitrah Siagian menjadi khatib.

Dalam ceramahnya, Haidir mengungkapkan, Hari raya Idulfitri saat ini masih dalam suasana keprihatinan atas merebaknya corona virus atau covid-19, yang melanda umat manusia secara global. Ini kata dia, adalah salah satu musibah terbesar pada awal abad ini, dimana sudah ratusan ribu umat manusia telah meninggal di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita Indonesia.

Namun sebagai orang yang berislam dan beriman kata dia, tentu kita harus tetap waspada dan turut membantu agar jangan sampai wabah ini tambah merajalela. Kita mesti ikut mencegahnya. Lewat peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, dengan memperbanyak ibadah, saling tolong-menolong.

Termasuk pula kita mesti disiplin terhadap anjuran para ahli kesehatan terkait dengan cuci tangan, pysichal distansing, jaga jarak aman, dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Kita pun turut bersyukur dan bergembira, hingga saat ini, di tempat kita ini, khususnya di Wollongong, New South Wales, Australia, penyebarannya sangat terkendali. Tentu itu adalah tak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah Australia yang dilakukan secara profesional dan terukur dalam membendung wabah ini. Demikian pula tingkat kepatuhan warganya yang sangat tinggi. Termasuk kita umat Islam," ungkapnya.

Usai salat Idulfitri, tetap ada silaturahim. Namun kata Haidir, pemerintah membatasi hanya maksimal lima orang.