Ulfa : Minggu, 10 Mei 2020 12:36

MAKASSAR - Ramadhan diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al-Quran untuk seluruh umat manusia khususnya umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Untuk tahun ini, diperingati dengan suasana berbeda.

Peringatan Nuzulul Qur’an 1441 Hijriah/2020 Masehi di Ramadhan kali ini dilaksanakan di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu, 9 Mei 2020.

Melalui aplikasi zoom, diikuti oleh sejumlah pejabat dan masyarakat dari seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulsel.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sendiri memberikan sambutan dari Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, ketika sedang kunjungan kerja di beberapa kabupaten/kota.

“Alhamdulillah di malam ke-17 Ramadhan ini, kita dapat bersama-sama memperingati Malam Nuzulul Quran, tentunya dalam keadaan sehat walafiat. Walaupun peringatan Nuzulul Quran tahun ini sangat berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, karena kita ketahui bersama bahwa saat ini kita semua lagi menghadapi ujian dari Allah SWT, yakni wabah Pandemi Covid-19,” kata Nurdin Abdullah.

Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an dilaksanakan dengan berdoa agar Allah SWT dapat mengangkat virus corona dari Bumi Indonesia. Pemerintah bekerja maksimal untuk mengatasi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya. Sehingga Ia mengharapkan agar segala macam bentuk perbedaan ditanggalkan dan memberikan semangat.

“Menghadapi Covid-19 ini akan dapat diselesaikan dengan sama-sama memberikan semangat. Karena masalah bersama, maka harus diselesaikan bersama,” imbuhnya.

Hikmah Nuzulul Qur’an disampaikan oleh KH Muhammad Sanusi Baco. Ia menyampaikan, Alhamdulillah adalah merupakan suatu kata yang mulia yang senantiasa diucapkan oleh seorang hamba sebagai penterjemahan isi hati, sekalipun diketahui bahwa nikmat Allah bukan hanya harta, nikmat Allah bukan hanya uang, tetapi nikmat Allah juga meliputi besarnya orang cinta terhadap kita.

“Seorang pejabat yang dicintai oleh rakyatnya, maka jabatannya adalah nikmat, seorang ulama yang dicintai oleh umatnya maka keulamaannya adalah nikmat, dan salah satu nikmat yang paling besar tahun ini yaitu kita tetap mampu memperingati Nuzulul Quran Karim,” tuturnya.

Adapun Al-quranul Karim diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulnya baginda Nabi Muhammad SAW untuk menjadi gudang petunjuk kepada seluruh kaum muslim, serta petunjuk kepada alam semesta.

Hidayah menurut ulama terbagi menjadi dua bagian yang pertama dinamakan Hidayah Irsyad Wa Dalalah yaitu petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada seluruh hambanya tentang ajaran-ajaran agamanya mana yang wajib, sunnah, halal dan mana yang haram.

Kedua dinamakan Hidayah taufik yaitu petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada semua hamba-hambanya tentang ajaran-ajaran agamanya sekaligus diberikan petunjuk untuk melaksanakan apa yang ia ketahui dari petunjuk-petunjuk dalalah itu, Dan inilah yang selalu minta di dalam melaksanakan solat lima waktu.

“Yang di dalamnya terdapat surah Alfatihah yg memiliki ayat dengan bunyi Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm yang artinya tunjukilah kami jalan yang lurus yang dimaksud dengan jalan yang lurus di sini ialah melaksanakan apa yang kita ketahui, sebab problema yang paling besar dewasa ini bukan lagi problema ilmu tetapi problem yang paling besar ialah ketidakmampuan manusia melaksanakan apa yang dia ketahui,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, saat ini pemerintah telah melarang seluruh masyarakatnya untuk menghindari segala perkumpulan yang dapat membuat penyebaran Covid-19 ini semakin meluas, termasuk tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya.

“Hal tersebut tidak lepas dari lima prinsip hidup yang terdapat dalam alquran yang harus kita jaga yaitu (setiap kaum muslim berkewajiban untuk memelihara jiwanya dan nyawanya), untuk itu kami mengajak agar mari kita sama-sama patuhi anjuran pemerintah untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya.