Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 05 Mei 2020 08:05

Hisan A Matta
Hisan A Matta

Spirit Kemanusiaanku Terasa dengan Puasa di Tengah Covid-19

Pandemi Covid-19, memang telah membuat suasana Ramadan kita kali ini berbeda. Namun bagi Hisan, itu tak harus membuat kita menyerah, malah harus membuat kita kuat.

BUKAMATA - Pandemi Covid-19, membuat Ramadan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Unik sih, meski kurang meriah karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Itu diungkap Hisan A Matta.

Tidak ada pasar malam, buka puasa bersama dan salat tarawih berjemaah di masjid, juga efek ekonomi dari kurangnya aktivitas, menjadi aspek pembeda yang dirasakan putri politisi, Anis Matta ini.

Meski demikian kata Hisan, semangat kemanusiaan untuk saling membantu dan bersama menanggulangi dampak pandemi, sangat terasa.

Hisan juga menitip saran kepada para pemuda agar mengambil peran dalam membantu mengatasi situasi pandemi ini.

Pertama kata dia, pemuda harus selalu stay updated berita-berita terbaru mengenai situasi pandemi di daerah masing-masing dan nasional, serta terus mengedukasi diri dan masyarakat tentang cara-cara pencegahan dan penyebaran pandemi. Termasuk ikut menyaring, memverifikasi dan berbagi berita-berita/info-info yang benar dan akurat dari sumber terpercaya. Tidak ikut menyebarkan berita-berita/info-info hoax yang tidak benar. Para pemuda harus ikut dan giat mencegah penyebaran misinformasi.

"Kita, para pemuda, juga harus ikut mematuhi langkah-langkah yang diwajibkan atau dianjurkan oleh pemerintah/pengatur kebijakan (seperti aturan-aturan PSBB) sebisa mungkin, untuk menghindari penyebaran wabah," ungkapnya.

Yang kedua lanjut Hisan, kita harus fokus kepada hal-hal yang bisa kita lakukan. Misalnya ikut berdonasi, melakukan fundraising, berbagi sembako dengan tetangga dan lingkungan sekitar atau sekadar berbagi info yang akurat dan ikut mengedukasi masyarat secara online.

Ketiga saran Hisan, pemuda harus membangun benteng diri agar tetap kuat dan semangat menghadapi ketidakpastian jangka panjang ini. Dalam situasi paling suram pun kata dia, kita harus tetap berusaha untuk terus berpikir positif dan tidak merasa putus asa dan pesimis. Berdoa dan beribadah lanjut dia, juga dapat membantu kita untuk terus termotivasi dan dapat mempertahankan semangat menghadapi situasi yang sulit dan mendorong kita untuk percaya, bahwa kondisi ini akan berakhir dan kondisi di masa depan akan lebih baik.

Terakhir, Hisan berpesan, para pemuda, harus terlibat dalam berbagai bidang untuk melakukan inovasi. Wabah/pandemi corona ini menyebabkan disrupsi berskala besar dan kehidupan setelah pandemi akan banyak berubah, salah satunya yang paling dirasakan oleh generasi muda adalah, adanya disrupsi di bidang pendidikan. Pandemi ini mempercepat dan memperlihatkan urgensi untuk melakukan revolusi pendidikan. 

Wanita 27 tahun yang telah menyelesaikan studi S2 Pendidikan Komparatif (Comparative Education), University College London, Institute of Education (IOE) ini berharap, semoga wabah Covid-19 cepat selesai, serta efek negatif wabah bisa lekas teratasi sehingga hidup bisa kembali normal seperti sebelum covid19 atau bahkan lebih baik.

"Saya berharap bisa beraktivitas di luar dan bisa bertemu dengan kawan-kawan saya," terang pehobi membaca dan traveling ini.

Hisan mengaku merasa bosan tinggal di rumah. Walaupun masih berkomunikasi melalui WA dan jejaring sosial, tetapi tetap saja berbeda dengan komunikasi langsung face-to-face.

"Saya dan rekan-rekan juga harus menyesuaikan dengan pola kerja baru dan menemukan ritme kerja dari rumah (WFH)," ungkapnya.

Insya Allah, jika wabah Covid-19 berakhir, Hisan melihat ada dunia baru. Pastinya kata dia, akan banyak berubah. Indonesia dan dunia kata dia, harus menyesuaikan dan menyelesaikan dampak negatif wabah secara ekonomi.

"Selain itu saya berharap secara global, untuk terus menerus melakukan antisipasi dan pencegahan pandemi/wabah yang mungkin terjadi di kemudian hari dan pentingnya meningkatkan kapasitas sistem kesehatan nasional untuk memitigasi dan menaggulangi wabah," harapnya.

Dia juga berharap, semoga semangat kemanusian untuk saling membantu dan pelajaran-pelajaran positif yang sudah didapat selama wabah, bisa tetap diterapkan dalam kehidupan setelahnya.

"Mudah-mudahan wabah ini bisa menjadi peluang positif untuk menjadi lebih baik," papar penyuka es kelapa, teh hangat dan pisang goreng ini. (*)

____________________

Data Diri

Nama: Hisan A Matta

Umur: 27

Hobby: Membaca, travelling

Pendidikan: S2 Pendidikan Komparatif (Comparative Education), University College London , Institute of Education (IOE)

Organisasi: Sekretaris Bidang Generasi Muda Partai Gelora Indonesia Pusat

#Ramadan

Berita Populer