Redaksi
Redaksi

Selasa, 05 Mei 2020 13:50

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan

Mahfud Ingin Relaksasi PSBB, Begini Warning Zulkifli Hasan

Wacana melonggarkan PSBB yang diutarakan Menko Polhukam, Mahfud Md, dikomentari Zulkifli Hasan. Menurutnya, kita masih harus waspada, mengingat masih ada daerah yang berstatus zona merah.

JAKARTA, BUKAMATA - Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, pemerintah berencana melakukan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurutnya, relaksasi PSBB bukan berarti melanggar protokol kesehatan terkait virus Corona.

Protokol kesehatan yang dimaksud Mahfud ialah standar penanganan COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO. Protokol kesehatan itu mulai dari penggunaan masker, prosedur cuci tangan, physical distancing hingga larangan berkerumun. Mahfud menegaskan, protokol kesehatan itu tetap harus diikuti.

"Yang menyangkut kesehatan pemerintah tegas harus mengikuti protokol COVID-19 seperti yang ditetapkan oleh WHO yang kemudian diadopsi di Indonesia. Keharusan memakai masker kalau keluar, cuci tangan, cuci secara rajin, kemudian physical distancing, kemudian tidak berkumpul atau melakukan kerumunan yang menyebabkan terjadinya kontak fisik atau kontak nafas secara dekat. Itu protokol kesehatan yang mutlak harus diikuti," jelasnya

Rencana itu mendapat warning dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). Zulhas dalam Rakernas I PAN yang disiarkan akun YouTube DPP PAN, Selasa (5/5/2020) mengatakan, kita harus waspada dengan wacana relaksasi PSBB itu.

Menurut Zulhas, masih ada daerah-daerah yang merupakan zona merah penyebaran virus Corona. Dia juga mengingatkan vaksin Corona yang hingga kini belum ditemukan.

"Memang seperti Jakarta grafik sudah mulai mendatar, cenderung menurun, tetapi daerah lain ada yang kuning jadi merah. Oleh karena itu hati-hati. Dan jangan lupa vaksin ditemukan saya kira physical distancing atau disiplin tetap harus kita lakukan," ungkapnya.

Zulhas menambahkan, vaksin Corona diprediksi baru akan ditemukan pada awal tahun depan. Selain itu dia memperkirakan beberapa bulan lagi masyarakat sudah dapat bermobilitas kembali, namun tetap menerapkan jaga jarak.

"Vaksin ditemukan diperkirakan akan ditemukan diperkirakan awal 2021, Mei atau April 2021, masih lama, walaupun diperkirakan Juli-September ini diperkirakan kita 90% sudah bisa bergerak, tetapi disiplin dan physical distancing harus tetap dijaga dengan ketat," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Covid-19 #PAN