MAKASSAR - Sesuai arahan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat, setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial akan hadir di tengah masyarakat dalam situasi Pandemi Covid-19.
Terlebih dengan pemberlakuan PSBB di Kota Makassar sejak 24 April lalu, Balai Anak Toddopuli Makassar (BATM) merespon hal tersebut dengan melaksanakan bakti sosial di dua kecamatan di Kota Makassar yang sangat terdampak Covid-19, pada Kamis (30/4/2020).
Bakti sosial ini dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti penyuluhan singkat door to door tentang pencegahan penyebaran Covid-19, penyemprotan desinfektan di rumah warga, pembagian masker BATM dan hand sanitizer yang diberi label Kemensos RI, serta pemberian paket multivitamin untuk anak-anak yang terdampak karena Covid-19 di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Rappocini.
Lurah Untia, Kecamatan Biringkanaya, AJ. Setiawan menyatakan bakti sosial ini sangat membantu warganya dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Baca Juga :
"Sulit untuk melakukan physical distancing dalam pemukiman yang padat. Pembagian masker dan hand sanitizer sangat membantu kami," kata Setiawan.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Balai Anak Toddopuli Makassar, Christiana Junus tidak lupa untuk mengingatkan keselamatan dan kesehatan para petugas, dengan menginstruksikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, yaitu dengan penggunaan masker, penggunakan APD lengkap, menjaga physical distancing, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan.
Khusus untuk masker BATM yang merupakan hasil karya kolaborasi para petugas rehabilitasi dan penerima manfaat, Christiana Junus menambahkan, hal tersebut merupakan sebuah kreatifitas yang harus dijunjung tinggi.
"Kami ingin mengajarkan kepada para anak penerima manfaat program rehabilitasi arti dari empati dan berpartisipasi dalam meringankan beban orang lain dengan kemampuan yang mereka miliki, yaitu mengaplikasikan keterampilan menjahit dan sablon," pungkasnya