Redaksi : Kamis, 30 April 2020 01:04
Usman bin Musu

JENEPONTO, BUKAMATA - Kepala Rutan Klas II B Jeneponto, melayangkan surat ke Polres Jeneponto bernomor W.23.PAS.24-PK.01.01.289 perihal permohonan bantuan penangkapan pelarian WBP atas nama Usman bin Musu (31), tertanggal 20 April 2020.

Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Jeneponto pun bergerak. Mereka mendapat informasi, Usman berada di Kampung Baddopangkayya, Desa Tujuh, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Di rumah seorang warga.

Tim berkoordinasi dengan pihak Rutan Klas II B dan Polsek Bangkala melalui Kanit Res Bangkala. Tim langsung bergerak mengarah Desa Tujuh pada Rabu dini hari, 29 April 2020. Jarum jam sekitar pukul 00.01 Wita saat itu.

Jarum jam menunjuk angka 01.00 Wita, saat tim tiba di rumah tempat Usman berada. Mereka langsung mengepung rumah tersebut. Ada dua polisi naik ke atas rumah panggung. Suasana gelap. Seorang petugas mengetuk pintu.

Ternyata pelaku ada di teras rumah. Saat itu dia mengayunkan sebilah parang ke arah petugas.

Dengan sigap, polisi mengeluarkan pistol. "Diam di tempat. Jatuhkan parangmu dan serahkan diri," teriak petugas. Namun pelaku malah melompat dari atas rumah.

Saat di tanah, pelaku mencabut badik dan kembali berusaha menyerang anggota yang berada di kolong rumah. Personel mengeluarkan tembakan peringatan lima kali. 

Namun pelaku tidak mengindahkannya. Dia terus berusaha melawan. Sebuah peluru menghentikan langkahnya. Menembus paha kanannya. Dia masih merangkak hendak menikam petugas. "Dor!!!". Sebuah peluru mendarat di punggungnya.

Dia masih bernapas saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang.

"Tapi setelah sampai di rumah sakit, dokter menyatakan pelaku telah meninggal dunia," pungkas Kassubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.

Sebelumnya, Usman kabur dari rutan saat sujud pertama salat Jumat. Bersama rekannya bernama Sunaidi, Usman memanjat pagar yang menghubungkan dapur.

Namun, Sunaidi lebih dahulu menyerahkan diri ke Polres Jeneponto.

Usman kabur setelah mendengar istrinya kawin lari dengan pria lain. Dia bertekad untuk membunuh selingkuhan istrinya. Usman sempat mengirim pesan ke istrinya. Sebelum dia tegakkan sirinya, upaya Usman terlebih dahulu berhenti di ujung peluru petugas.