SIDRAP, BUKAMATA - "Kami tidak bersedia ikut operasi kalau APD tidak lengkap". Itu tertulis di spanduk yang dipegang tim medis RSUD Nene Mallomo, Sidrap, Sulsel. Itu petisi yang ditandatangani 19 tenaga medis yang bertugas di kamar isolasi rumah sakit milik pemerintah itu.
Mereka mengancam akan mogok melayani pasien, akibat alat pelindung diri (APD) yang kurang dan tidak lengkap.
Jubir Tim Penanganan COVID-19 RSUD Nene Mallomo, Muhammad Yahya, membenarkan ada keberatan dari tenaga medis di RSUD Sidrap akibat minimnya APD.
"Kelangkaan APD itu hampir seluruh Indonesia, karena memang APD ini susah didapatkan, khususnya masker N-95. Mau dibeli ndak ada. Kalau baju apa itu banyak, yang masalah N-95-nya. Ini memang se-Indonesia yang mengeluhkan," jelasnya, Jumat (24/4/2020).
Menurut Yahya, kemarin mereka sudah bicara dan mereka sudah memahami dengan memakai masker yang ada dulu sambil tetap melayani.
Yahya menyampaikan pihaknya kesulitan mendapatkan masker N-95 untuk tenaga medis. Dia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dalam wujud barang, bukan anggaran.
"Mungkin ada kebijakan yang melonggarkan sehingga masker N-95 bisa kami dapatkan. Barangnya langsung yang diberikan, bukan anggarannya. Karena ini sifatnya emergency," harapnya.
Tim Penanganan COVID-19 RSUD Nene Mallomo lanjut Yahya, sudah melayani 33 pasien terkait Corona sejak 16 Maret 2020. Sebanyak 18 di antaranya ODP, ada 1 pasien positif.
BERITA TERKAIT
-
Rappang Run 2025 Meriahkan HUT ke-681 Sidrap, Diikuti 2.100 Peserta
-
Peternak Itik Tewas di Tengah Sawah, Polisi Sidrap Amankan Dua Tersangka
-
Menjawab Tudingan Netizen, Cathrine Wilson Menikah dengan Idham Mase Bukan Karena Harta
-
Hasil Saweran Capai Ratusan Juta Saat Manggung di Sidrap, DJ Una: Keren Banget Sidrap Bos !
-
PSSI Kutuk Kekerasan Wasit di Laga Gasma Enrekang dan PS Nene Mallomo Sidrap