Ulfa : Rabu, 22 April 2020 14:49

SIDRAP - Tujuh pasien virus corona (Covid-19) klaster umroh di Kabupaten Sidrap, dinyatakan sembuh.

Dari tujuh pasien itu, dua orang sebelumnya menjalani perawatan di RS Wahidin, tiga orang di RS Arifin Nu’mang Sidrap, serta di RS Plamonia dan RS Andi Makkasau masing-masing satu orang.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memberikan semangat kepada Bupati dan jajaran Forkopimda, karena berhasil merawat pasien Covid-19.

“Tentu menggembirakan. Kita bisa buktikan bahwa pemerintah daerah beserta seluruh jajaran sudah bekerja maksimal untuk mengelola klaster umroh ini,” kata Nurdin Abdullah, di Kantor Bupati Sidrap, Rabu (22/4/2020).

Kata Nurdin, pemerintah yang bekerja dibuktikan dengan tidak ada lagi local transmission. “Jadi betul-betul hanya klaster umroh dan itu bisa dibuat menjadi sehat. Berarti memang pemerintah daerah sangat intens untuk menjaga dan mengelola ini,” lanjutnya.

Ia berharap, daerah-daerah lain mencontoh bagaimana Sidrap mengatasi pasien Covid-19 dan berhasil merawat pasien sampai sembuh.

“Pasti pemberian gizinya bagus. Yang kedua, masyarakat yang kena juga disiplin. Saya kira ini patut dicontoh oleh daerah lain, jadi tidak berkembang. Mudah-mudahan hari ini, sebentar sore, karena ini sudah diambil swab kedua kali, itu negatif. Mudah-mudahan hasilnya sebentar lagi negatif, berarti sudah menjadi nol. Ini luar biasa,” harapnya.

Sementara itu, delapan pasien lain yang juga dari klaster umroh sementara menjalani perawatan. Pada hasil tes pertama mereka sudah dinyatakan negatif, namun masih menunggu hasil tes swab kedua untuk dinyatakan sembuh.

“Swab kedua sudah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Kami lagi menunggu hasil uji lab (laboratorium),” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, A Irwasyah.

Irwansyah mengaku, sudah tidak ada tambahan kasus baru di Sidrap. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 langsung memetakan klaster umroh dan kontak Arab, sebanyak 77 orang.

“Dari 77 orang ini, sebanyak 75 orang klaster umroh dan dua orang klaster kontak Arab. Kami isolasi dan lakukan tes. Hasilnya 29 orang positif, dan 48 lainnya negatif,” bebernya.