Ulfa : Senin, 20 April 2020 22:31

MAKASSAR - Ada yang berbeda saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021 digelar hari ini, Senin (20/4/2020). Akibat pandemi Covid-19, Musrenbang kali digelar secara online.

Turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas RI, Menteri Dalam Negeri RI, Wakil Gubernur Sulsel, Anggota DPR dan DPD RI, unsur pimpinan DPRD Sulsel, anggota Forkopimda Sulsel, Sekda Sulsel, Bupati dan Wali Kota se Sulsel, Ketua DPRD se Sulsel, Forkopimda se Sulsel, serta Rektor Universitas Negeri dan Swasta se Sulsel.

Dalam pemaparannya pada sesi video conference, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berharap Musrenbang yang kali ini digelar secara online sama sekali tak akan berkurang substansi pelaksanaannya.

Dalam hal ini, katanya, sinkronisasi penyelerasan perencanaan pengadaan pada level pemerintah pusat sampai pada pemerintah kabupaten kota, dan penajaman rencana program dan kegiatan RKPD Tahun 2021.

"Secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih, apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada para pimpinan dan anggota DPRD Sulsel dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, atas segala dukungan, kontribusi dan segala sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Sulsel," kata Nurdin Abdullah.

Dalam kesempatan itu, Nurdin Abdullah juga menyampaikan capaian program keuangan daerah akhir Tahun Anggaran 2019 dan capaian kinerja utama pembangunan Sulsel Tahun 2019.

Adapun capaian realisasi pendapatan daerah Provinsi Sulsel Tahun 2019 sebesar Rp9,57 triliun lebih atau 96,48 persen dari target yang ditetapkan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp9,92 triliun.

Menurutnya, pendapatan daerah tersebut bersumber dari komponen penerimaan pendanaan pendapatan asli daerah, dana transfer dan lain-lain pendapatan yang sah. Untuk realisasi pendapatan daerah dapat dicapai sebesar Rp4,14 triliun lebih atau 99,27 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp4,16 triliun.

"Sedangkan realisasi belanja daerah akhir Tahun 2019 sebesar Rp9,54 triliun lebih atau 96,15 persen, dari target yang ditetapkan sebesar Rp9,92 triliun lebih," pungkas Nurdin Abdullah.