PAPUA, BUKAMATA - Bos Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya Panglima Operasi Umum TPNPB-OPM, Lekagak Telenggen, marah besar. Polisi mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap anggotanya.
Lekagak menilai mereka dalam situasi perang. Dan yang dijadikan DPO adalah pasukan TPNPB-OPM. Sehingga, Lekagak menilai TNI-Polri tidak menghormati perang.
Dia juga menegaskan, perang seharusnya tidak melibatkan masyarakat sipil. Namun, dengan penetapan DPO itu, Lekagak mengaku akan menargetkan tembak mati kepada seluruh ras melayu yang ada di Papua.
"TNI-Polri di Papua tidak menghargai etika perang dan banyak menembak warga sipil Papua yang bukan anggota TPNPB-OPM. Maka, semua orang Melayu yang kerja sama dengan TNI-Polri di Papua, akan menjadi target kami TPNPB-OPM dan apapun alasan akan kita tembak di seluruh pelosok wilayah Papua," tegasnya.
Lekagak mencantumkan foto DPO itu di fanpage Facebook The TPNPB News. Ada 17 anggota TPNPB-OPM di Timika West Papua. Mereka adalah, 1). Guspi Waker, 2). Naus Waker, 3). Edinus Kobogau, 4). Abu bakar Tabuni, 5). Mendia Murib, 6). Akon Wenda, 7). Miron, 8). Otis Magai, 9). Mainus Tabuni, 10). Adu Wanimbo, 11). Hengki Uamang, 12). Jonny Botak, 13). Erikson Suhuniap, dan Empat orang tidak sebutkan namanya, namun menggunakan kode (Mr.X, Mr.x, Mr.x,Mr.x).
BERITA TERKAIT
-
Pilot Susi Air yang Disandera OPM Akhirnya Bebas Lewat Negosiasi
-
Komandan Koramil 1703-04/Aradide Tewas di Tangan OPM
-
Lucky Si Pengkhianat, Ini Tampang Prajurit TNI yang Membelot ke OPM
-
KKB Papua Serang Pos Peninjauan, Satu Anggota TNI Tewas Tertembak
-
Kontak Tembak dengan KKB di Nduga, 3 TNI Terluka