Redaksi : Kamis, 09 April 2020 10:44
Wali Kota Mahahual, Meksiko, Obed Duron Gomez.

MEKSIKO, BUKAMATA - Pemberlakuan lockdown, harus dibayar mahal Wali Kota Mahahual, Meksiko, Obed Duron Gomez. Dia harus kehilangan nyawanya, setelah ditembak mati oleh geng kriminal.

Dilaporkan Daily Mirror, Rabu (8/4/2020), Gomez tengah berkunjung ke Xcalak, yang berlokasi di selatan Negara Bagian Quintana Roo. Dia menumpang minibus putih bersama penumpang lain, ketika ada kendaraan lain memepetnya.

Gomez lalu ditembaki tepat di posisi duduknya. Gomez dilarikan ke rumah sakit dan sempat dirawat sebelum dinyatakan tewas.

Pelaku melarikan diri usai menembak. Polisi menemukan 20 selongsong peluru di lokasi kejadian bersama kendaraan yang mereka pakai untuk menyerang.

Media setempat melaporkan, sebelum ditembak mati, Gomez sempat menerima ancaman dari geng kriminal yang biasanya mengambil narkoba dari Mahahual. Dengan menerapkan lockdown dengan menutup jalanan kota, para geng narkoba itu kesulitan masuk mengambil narkoba.

Kantor Jaksa Penuntut Umum Quintana Roo menyatakan, mereka segera menginvestigasi kejadian ini dengan motif penembakan belum diketahui.

Berbagai teori berseliweran, termasuk motif bahwa pembunuhan itu merupakan balas dendam setelah lima penjahat ditangkap pekan lalu.

Warga di Xcalak disebutkan hidup dengan memantau paket berisi kokain yang dijatuhkan dari pesawat pengedar narkoba di Pantai Karibia.

Pengedar asal Kolombia, biasanya menggunakan pesawat untuk menjatuhkan barang haram tersebut di laut sebelum diambil menggunakan kapal.

Sering kali, kapal yang digunakan untuk mengambil tidak cukup cepat, sehingga kokain itu tersapu ke pantai, diambil warga lokal dan dijual.

Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, Meksiko melaporkan 2.785 kasus infeksi Covid-19, dengan 141 meninggal dan 633 sembuh.