"Kami Mau Pulang, Kami Tidak Sakit," Jemaah Umrah yang Dikarantina di Sidrap Mengamuk
Warga Sidrap yang pulang umrah sementara dikarantina di sebuah gedung. Di gedung tempat mereka dikarantina, mereka mengamuk karena stres.
MAKASSAR, BUKAMATA - Sebuah video viral di Facebook. Diduga jemaah umrah yang dikarantina di sebuah gedung di Sidrap.
Seorang pria tampak menghambur-hamburkan tempat sampah. Dalam bahasa Bugis dia terus berteriak. "Assumanengko bali, assumanengko bali. De' tomalasa. De' tomalasa. (Keluar semua, keluar semua. Kami tidak sakit. Kami tidak sakit," teriak pria bersarung itu sambil menghamburkan tempat sampah kuning yang besar dan tempat sampah kecil dari plastik.
Beberapa pria yang mengenakan masker kemudian berdiri di depan pintu. "Tidak ada orang yang sakit di sini pak," ujar salah seorang yang diduga perawat.
Tak lama, seorang pria berkemeja putih masuk. Dia mencoba menenangkan orang-orang yang mengamuk. Terdengar suara seorang perempuan yang dalam bahasa Bugis merasa pilih kasih.
Karena ada orang yang juga dari umrah tapi tidak ikut dikarantina. Pria yang disapa "Dok" itu lalu meminta seluruh penghuni kembali ke kamar.
Di video kedua, tampak mereka curhat di depan Bupati Sidrap HM Dollah Mando yang datang dengan mengenakan kemeja batik.
"Toko tertutup, lumpuh perekonomian, anak-anak di rumah tidak makan, sementara 14 hari kami harus di sini. Nanti bukan corona yang bunuh kami pak, tapi stres," ujar seorang ibu berkerudung abu-abu.
Video tersebut diunggah seorang pemilik akun Echa di Facebook sekitar 40 menit lalu, dan telah dibagikan 1.900 kali.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
