Redaksi
Redaksi

Sabtu, 21 Maret 2020 17:13

Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika
Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika

Ketua DPRD Sulsel Serukan Pemerintah Tak Tutupi Identitas Korban Virus Corona

Upaya menutupi identitas pasien virus corona, akan menyulitkan social distancing. Karena bisa saja orang terpapar dari pasien tanpa dia ketahui.

MAKASSAR, BUKAMATA - Dua warga Sulawesi Selatan sudah dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Satu dinyatakan telah meninggal dunia, sementara seorang lainnya dikabarkan kondisinya sudah berangsur pulih. Status siaga darurat pun telah diterapkan.

Hanya saja, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel belum membuka identitas kedua korban tersebut. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah hanya menjelaskan kondisi terkini korban disertai dengan ciri-ciri gejala yang diderita saat korban dirujuk ke rumah sakit. Alasannya, pihak keluarga tak mengizinkan identitas korban dipublikasikan.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari angkat bicara. Ia meminta pihak pemerintah membuka identitas pasien yang positif virus corona tersebut kepada masyarakat.

Tujuannya untuk memudahkan penelusuran kontak pasien dan memprediksi penyebaran virus serta upaya pencegahannya di Sulsel.

"Identitas pasien yang terindikasi Covid-19 harusnya disampaikan kepada masyarakat, agar penyebarannya bisa diantisipasi serta diperangi. Ini agar supaya tidak menyebar," kata Andi Ina, saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2020).

Ia juga meminta kesadaran pihak keluarga korban, untuk mengizinkan pemerintah mempublikasikan identitas yang bersangkutan. Sebab katanya, hal ini sangat berguna untuk mengantisipasi penyebaran virus corona secara dini di sekitar area interaksi korban tersebut.

"Terkait identitas pasien yang terindikasi Covid-19, harusnya juga dibutuhkan keterbukaan dari keluarga yang bersangkutan untuk kemudian mendelegasikan kepada pemerintah untuk disampaikan ke masyarakat," tegasnya.

"Pengalaman dari Menhub (Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi), pemerintah pada saat menyampaikan ada tersirat kata-kata 'atas izin keluarga'. Untuk Wali Kota Bogor (Bima Arya), Alhamdulillah beliau yang dengan kesadaran sendiri menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia kalau beliau positif Covid-19," tambah bendahara DPD I Golkar Sulsel itu.

Menurut Andi Ina, di tengah kondisi seperti ini, keterbukaan informasi sangat dibutuhkan. Sebab akan menjadi peringatan bagi orang-orang di sekitarnya untuk tidak melakukan kontak dengan korban positif Covid-19 tersebut.

"Informasi ini memang sangat dibutuhkan masyarakat agar social distancing lebih efektif dilakukan," demikian Andi Ina.

Penulis : Rizal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Cegah Corona #Pemprov Sulsel

Berita Populer