Redaksi
Redaksi

Kamis, 19 Maret 2020 09:49

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas
Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas

Jawab Gatot Nurmantyo Tentang Islam Fobia, MUI: Kami Tak Sebut Masjid Sarang Corona

MUI menjawab Gatot Nurmantyo. Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas menyebut, MUI tak pernah menyebut masjid sarang corona.

JAKARTA, BUKAMATA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak ingin disudutkan dengan pernyataan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. MUI menyebut, tak ada fobia masjid dalam fatwa larangan Salat Jumat berjemaah di daerah pandemi virus corona (Covid-19).

Fatwa tersebut dibuat untuk menekan potensi penyebaran virus saat ada kerumunan orang. Itu dikatakan Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas.

"Masjid itu adalah tempat yang suci dan mulia. Kita tidak pernah menganggap masjid itu sarang penyakit. Apalagi fobia kepada masjid. Yang menjadi masalah adalah, adanya virus corona yang bisa dibawa oleh jemaah yang sudah terkena," ungkap Anwar.

Menurut Anwar, banyak orang yang terinfeksi Covid-19, namun tidak menyadari. Sehingga kata dia, keputusan MUI melarang orang yang kemungkinan positif terinfeksi Covid-19 pergi ke masjid, tujuannya agar memperkecil potensi penyebaran penyakit itu ke jemaah lainnya.

“Di dalam Alquran, kita diingatkan oleh Allah SWT, untuk tidak menjatuhkan dan menyeret diri kita ke dalam kebinasaan,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Senin (15/3/2020), MUI telah menerbitkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wavah Covid-19.

Dalam fatwa itu, MUI melarang umat Islam melaksanakan salat Jumat berjemaah di daerah terpapar Covid-02. Juga melarang sementara pelaksanaan ibadah yang mengumpulkan massa, seperti salat lima waktu berjamaah, salat tarawih, salat Id ataupun kegiatan majelis taklim.

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengkritik fatwa MUI, karena membuat larangan beribadah dengan alasan dapat terpapar Covid-19 jika beribadah dengan konsentrasi massa di wilayah terpapar Covid-19.

Dalam instagramnya @nurmantyo_gatot, menulis antara lain, di Cina orang ramai-ramai ke masjid untuk belajar berwudu hingga salat berjemaah. Namun di negeri mayoritas muslim malah ada larangan ke masjid.

“Namun di negeri Mayoritas Muslim justru sebaliknya.. Mereka beramai-ramai Mengaungkan phobia dgn Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai Sumber Penularan Covid-19.. Lalu apakah mall, lift sarana umum, gereja, vihara, temple, klenteng “lebih aman” daripada Masjid..??," tulis Gatot dalam instagramnya, Rabu, (18/3/2020).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#MUI #Gatot Nurmantyo