Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Kematian akibat DBD tidak perlu terjadi. Itu jika kita bisa melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya, mengenali presyok.
BUKAMATA - Demam Berdarah Dengue (DBD), salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Catatan Kementerian Kesehatan RI, sejak Januari hingga Maret 2020, di Indonesia ada 17.820 kasus DBD. Sebanyak 99 kasus di antaranya, berujung kematian.
Sebenarnya, kematian itu tak perlu tetjadi.. Itu seandainya kita mrlakukan pencegahan dini. Yaitu dengan mengetahui gejala dan tanda-tanda presyok atau masa-masa gawat saat DBD.
Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dilansir dari CNN bilang, presyok adalah masa-masa rentan saat ketika virus dengue menggerogoti tubuh. Kondisi ini dikenal juga dengan dengue shock syndrome (DSS).
"Presyok adalah kondisi saat terjadi gangguan pada sirkulasi darah yang menyebabkan aliran darah tidak normal, bahkan pendarahan di dalam tubuh yang tidak terlihat," kata Nadia saat konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Rabu 11 Maret lalu.
Presyok muncul saat demam atau panas tinggi mulai mereda di hari ketiga. Umumnya, kondisi tubuh dianggap membaik, tapi justru berbahaya.
Saat demam turun, muncul sejumlah gejala dan tanda yang masuk presyok. Jika tanda-tanda ini muncul, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut tanda-tanda presyok saat DBD:
- Muncul keringat dingin
- Ujung tangan dan kaki dingin serta tampak pucat
- Pendarahan di dalam tubuh yang ditandai muncul bintik-bintik merah pada kulit
- Kesadaran menurun, ditandai dengan pusing dan mengantuk
- Kotoran atau feses berwarna cokelat hitam.
"Pada anak, pendarahan paling sering terjadi pada usus, ditandai dengan kotoran berwarna cokelat hitam pekat," tutur Nadia.
Jika presyok tidak ditangani dengan cepat, kondisi DBD dapat semakin parah dan bisa berujung kematian. "Presyok yang berat sekali bisa menyebabkan kematian," ujar Nadia.
Konsultasikan dengan dokter saat gejala presyok muncul ketika DBD.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33