Redaksi : Jumat, 13 Maret 2020 13:19
Kamis, 12 Maret 2020. Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan, menggelar dialog publik, di Wakrop Gaya. Tempatnya di Jl. Tun Abdul Razak Hertasning.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kamis, 12 Maret 2020. Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan, menggelar dialog publik, di Wakrop Gaya. Tempatnya di Jl. Tun Abdul Razak Hertasning.

Dialog publik kali ini bertemakan, "Peran Pemuda dalam Menjaga Kondusivitas Pilkada Serentak Tahun 2020 di Sulawesi Selatan". Diikuti berbagai organisasi kepemudaan.

Ketua SEMMI SULSEL, Muh. Syahrul Alam bilang, kegiatan ini adalah langkah awal untuk mempelopori ruang-ruang diskusi, agar pilkada bisa berjalan lebih berkualitas.

"Terima kasih atas semua partisipasi pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Kami harapkan semua pemuda dapat berperan aktif khususnya mahasiswa, yang bergabung dalam sarekat Islam," lanjut Syahrul.

Adapun narasumber yang dihadirkan, yaitu, Nores D Samane (DPD KNPI Sulsel), Abdillah Mustari (BAWASLU Sulsel), Ismail Masse (KPU Sulsel), dan Andi Kahar Budiyanto (Ketua IPPI Sulsel).

Anggota Bawaslu Sulsel, Abdillah Mustari mengungkapkan, pemuda harus bekerja keras dalam peran kondusivitas pilkada, demi terciptanya stabilitas dan netralitas dalam pilkada. Pemuda juga harus kondusifkan dirinya terlebih dahulu.

"Ubah mindset kita dalam memilih. Bukan lagi terima uangnya, ketika diberikan uang jangan pilih orangnya. Mindset kita sekarang harus lebih berani, jadi maksud saya, tolak uangnya lalu laporkan pada Bawaslu," tegas Abdillah Mustari.

Dalam mengawal Pilkada Serentak di tahun 2020 ini, Andi Kahar Budiyanto selaku Ketua IPPI Sulsel menyampaikan, jiwa muda yang masih konsisten berani mengawal perhelatan, pemuda yang masih berani meneriakan kebenaran, pemuda harus bersatu dan berperan dalam konsep, ide, maupun gagasan. Agar pilkada mampu berjalan dengan baik.