BUKAMATA -- Usia senja, kadang juga mengikis memori otak kita. Akibatnya, daya ingat melemah. Namun, ada cara murah untuk menjaga kesehatan otak di hari tua. Salah satunya adalah dansa.
Studi terbaru menemukan, berjalan, berdansa, bercocok tanam, dan berenang merupakan kegiatan yang baik untuk otak.
Penelitian terbaru dari Columbia University, memeriksa hubungan antara aktivitas fisik dan penuaan otak. Para peneliti menilai, tingkat aktivitas fisik 1.500 orang tua dan menganalisis kualitas otak melalui MRI. Peneliti juga mempertimbangkan frekuensi, durasi, dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan peserta.
Aktivitas fisik dibagi dalam tiga kategori berbeda. Pertama, kuat seperti aerobik, joging, bermain bola tangan. Kedua, sedang seperti bersepeda, berenang, hiking, bermain tenis. Ketiga, ringan seperti berjalan, berdansa, senam, golf, bowling, berkebun, dan menunggang kuda.
Hasilnya, peneliti menemukan orang yang lebih aktif memiliki volume otak yang lebih besar dibanding orang yang tidak aktif. Hal ini menunjukkan, aktivitas fisik dapat membantu memperlambat kehilangan volume otak.
"Hasil studi kami menambah bukti bahwa banyak aktivitas fisik terkait dengan volume otak yang lebih besar pada orang tua," kata peneliti Yian Gu, dikutip dari CNN.
Berdasarkan hasil MRI orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik tinggi memiliki volume otak lebih besar 1,4 persen atau setara dengan perlambatan penuaan sekitar 4 tahun.
Penyusutan otak, dapat memperlambat proses dan fungsi kognitif. Ini biasanya dimulai terjadi pada usia 60-70 tahun. Penyusutan otak, terjadi karena degenerasi sel-sel saraf di otak dan penyakit pada sistem saraf, dapat terjadi karena peradangan, stres oksidatif, dan radikal bebas.
Untuk mendorong kesehatan otak dan mencegah penyusutan itu, setiap orang disarankan untuk setiap hari melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan.