Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Selasa, 28 September 2021 10:24

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Anggota DPRD Maros Dipolisikan Perkosa Rekan Separtai, Begini Kronologinya

Kabid Humas Polda Sulsel membenarkan adanya laporan terhadap anggota DPRD Maros atas dugaan tindakan pencabulan.

MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota DPRD Maros dari Fraksi Partai Persatuan Pembanggunan (PPP) berinisial SS (36) dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan. Dia diduga memperkosa rekan separtai, wanita IMS (25).

IMS mengaku jika dirinya merupakan kader muda PPP DPC Maros yang telah mengenal SS sejak tahun 2018.

Sementara pemerkosaan itu bermula pada Desember 2019. Saat itu, dia juga berstatus marketing di perusahaan trading menawarkan terlapor untuk berinvestasi Rp 50 juta.

Setelah menawarkan, SS telah sepakat berinvestasi Rp 50 juta sehingga meminta IMS datang ke hotel. Korban mengaku tak menaruh curiga.

Setelah tiba di salah satu hotel di Jalan Perintis Kemerdekaan, SS meminta IMS naik langsung ke kamarnya. Dengan dalil statusnya yang anggota dewan tak memungkinkan dia bertransaksi di tempat terbuka.

Tanpa curiga IMS masuk ke kamar SS lalu langsung menginstal aplikasi trading di handphone terlapor dan menjelaskan hal-hal terkait dana investasi terlapor. Sekitar 15 kemudian, IMS mengaku justru mendapat kekerasan seksual dari SS.

Setelah kejadian itu, IMS mengaku pulang dengan tangan kosong karena terlapor ternyata tak memiliki uang Rp 50 juta seperti yang dia janjikan.

Sebulan kemudian, yakni pada Januari 2020, SS kembali mengabari korban jika uang investasi yang dijanjikan telah siap. Tapi, SS kembali melakukan pelecehan seksual dan uang investasi yang dijanjikan.

IMS mengaku terpaksa menuruti kemauan terlapor sehingga keduanya bertemu di hotel di Jalan Sam Ratulangi, Kota Makassar. IMS mengaku merasa rugi berkali-kali jika tak berhasil mendapatkan uang investasi Rp 50 juta tersebut, terutama karena dia telah mengabari atasannya.

Terakhir, IMS mengaku disetubuhi saat dibawa ke rumah kosong milik terlapor di Maros. Di sana, korban dijanji-jani bahkan diiming-imingi diberikan rumah kosong tersebut.

Setelah tiga kali berhubungan badan dengan terlapor, IMS kemudian hamil pada April 2020. Namun dia dipaksa menggugurkan kandungannya oleh terlapor. "Saya terpaksa gugurkan karena malu keluarga saya," kata IMS.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan membenarkan adanya laporan terhadap anggota DPRD Maros atas dugaan tindakan pencabulan.

Kata Zulpan, laporan korban telah ditangani di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sulsel. Sementara, lanjut dia penyidik telah memeriksa sejumlah saksi-saksi dalam kasus tersebut.

"Iya benar, ada laporannya. Sementara penyelidikan. Sudah ditahap pemeriksaan saksi-saksi. Tahap pemanggilan," kata Zulpan.

#Pelecehan Seksual #DPRD Maros #Pemerkosaan

Berita Populer